Bagaimana Softlens / Lensa Kontak Ditemukan?

07.26

Softlens atau lensa kontak, mungkin sudah tidak terlalu asing di telinga anda. Bahkan di kalangan anak muda zaman sekarang, softlens telah memiliki fungsi lain yaitu sebagai alat bantu penampilan atau kosmetik. Tapi, tahukah Anda bagaimana softlens atau lensa kontak ini bisa diciptakan?

Semuanya berawal dari gagasan seorang arsitek, ahli matematika, dan penemu yang berasal dari Italia, ialah Leonardo da Vinci. Dimana pada sekitar tahun 1508, da Vinci mengemukakan gagasannya mengenai bahwa fungsi optik dari mata bisa dimodifikasi sedemikian mungkin dengan melakukan kontak langsung antara kornea mata dengan air. Gagasan ini dikemukakan oleh da Vinci dalam bentuk sketsa. Cukup banyak ditemukan sketsa yang merupakan cikal bakal softlens ini dalam buku catatan da Vinci, yang kemudian diteliti lebih lanjut dan dikembangkan.

Sejarah ini bukannya tanpa kontroversi, karena ada sebagian ahli sejarah yang berpendapat bahwa Hydriascope yang diciptakan oleh Rene Descartes pada tahun 1636 lah yang merupakan cikal bakal dari softlens saat ini. Hydriascope adalah lensa berisi air yang ditempatkan pada kornea mata yang berfungsi untuk membantu penglihatan. Hydriascope inilah yang diklaim sebagai ide pertama yang menjadi prinsip pembuatan kacamata dan softlens.

Nyaris dua ratus tahun lamanya, gagasan da Vinci ataupun Descartes tak terealisasikan. Baru setelah itu di tahun 1801, fisikawan asal Inggris, Thomas Young (kelahiran Milverton 13 Juni 1773 dan wafat pada 10 Mei 1829), membuat tabung gelas bermuatan air dan menampung lensa yg cukup kecil. Lensa ini dipakainya oleh dirinya sendiri dan konon beliau menghasilkan lensa ini dikarenakan terinspirasi asal konsep Rene Descartes.

Dan pada tahun 1827, seseorang astronom berkebangsaan Inggris, bernama Sir John Herschel menciptakan lensa yang beliau bentuk sendiri sehingga ukurannya pas dan sesuai untuk dipasang ke permukaan mata. Herschel lahir pada 7 Maret 1792 dan wafat pada tanggal 11 Mei 1871. Beliau adalah anak salah satu astonom kenamaan asal Inggris yang bernama William Herschel. Penemuannya ini pun ikut andil dalam sejarah lahirnya lensa kontak yang kita kenal saat ini.

Selanjutnya zaman pun berkembang hingga pada akhirnya cikal bakal Softlens saat ini pun ditemukan. Softlens atau Lensa Kontak pertama kali sukses dibuat oleh seorang fisikawan bernama Adolf Gaston Eugen Fick pada tahun 1888, yang terbuat dari bahan Glass-Blown. Adolf menciptakan lensa kontak tersebut dengan melakukan berbagai macam riset dan uji coba, mulai dari bahan, warna, ukuran diameter, sampai ketebalannya. Setelah semua riset tersebut dilaluinya, barulah Adolf mulai berpendapat bahwa Softlens ciptaannya itu dapat digunakan sebagai alat bantu penglihatan. Lensa kontak ini dibuat dari bahan kaca cekung yang cukup berat dengan diameter 18-21 milimeter. Penemu lensa kontak yang lain pada waktu yang hampir bersamaan, yaitu Joseph Dallos, membuat lensa dari bahan yang mirip dengan sklera mata (permukaan mata/bagian mata paling luar). 

Untunglah di tahun 1935 ditemukan PMMA atau polymethilmethacrylate, sejenis bahan plastik lentur dan memungkinkan untuk dibuat sebagai bahan dasar lensa kontak. William Feinbloom, seorang ahli optometri Amerika Serikat membuat lensa kontak yang berbahan campuran PMMA ini dengan gelas pada tahun 1936, dan lensa ini bisa dipakai menutup mata pada bagian sklera. Akan tetapi, pada perkembangannya, PMMA tidak lagi dipergunakan karena zat ini tidak dapat menghambat udara/oksigen dari luar ke dalam mata.

Pada tahun 1961, seorang kimiawan makromolekul keturunan Rep. Ceko, Otto Wichterle, menemukan suatu bahan yang disebut sebagai hidrogel yang memiliki sifat lentur sehingga cocok digunakan sebagai bahan untuk lensa kontak karena bisa menyempurnakan PMMA dalam mengalirkan oksigen pada mata. Dan pada tahun 1970 ditemukan kelompok plastik yang lain yang berupa silikon-akrilat yang ternyata lebih sempurna dalam mengalirkan oksigen. Inovasi berlanjut dengan penyempurnaan bahan lensa kontak menjadi FSA (florosilicone-acrylate) dan penyesuaian untuk penderita kelainan mata lainnya seperti astigmatisma (atau yang lebih dikenal dengan cylindre) dan keratokonus, Inovasi-inovasi lain pun terus dilakukan, mulai dari penyesuaian warna dan ukuran misalnya, bahkan hingga saat ini.

Semoga pemaparan mengenai bagaimana softlens / lensa kontak ditemukan di atas bisa bermanfaat. Artikel ini disadur dari berbagai sumber, jika ada pernyataan yang kurang sesuai, mohon sampaikan dan akan kami koreksi sebagaimana mestinya.

Sumber :

  • http://www.fisikanet.lipi.go.id/utama.cgi?artikel&1164842704&53
  • http://www.grosirsoftlenstermurah.com/p/softlens-atau-lensa-kontak-adalah.html
  • http://www.allaboutvision.com/contacts/faq/when-invented.htm
Previous
Next Post »

Tuliskan komentar anda di bawah


0 Komentar