Memahami Dampak Sinar Biru Terhadap Mata

23.41

Sinar matahari sejatinya terdiri dari sinar merah, oranye, kuning, hijau, biru, nila dan ungu. Bila dikombinasikan, maka menjadi sinar putih terang yang sering kita lihat di siang hari. Masing-masing sinar memiliki energi dan panjang gelombang yang berbeda. Seperti terlihat dari penggambaran spectrum sinar yang dikelompokan sesuai jenis sinarnya pada gambar di bawah, sinar pada titik merah memiliki panjang gelombang yang lebih panjang dan sedikit energi. Di ujung lain, sinar biru memiliki panjang gelombang yang lebih pendek dan lebih banyak energi. Cahaya putih yang terang bisa memiliki komponen sinar biru yang cukup besar yang ditangkap oleh mata.




Sumber sinar biru terbesar adalah sinar matahari. Namun, selain sinar matahari, ada beberapa sumber lain yang menghasilkan sinar biru seperti:
  • Lampu neon
  • Lampu CFL
  • Lampu LED 
  • Televisi layar datar
  • LED Monitor komputer
  • Layar handphone, dan tablet 
Paparan sinar biru yang diterima dari selain sinar matahari langsung seperti dari layar perangkat digital memang memiliki frekuensi lebih kecil dibandingkan dengan jumlah sinar biru yang dihasilkan dari paparan sinar matahari langsung. Namun, tetap saja ada kekhawatiran akan dampak paparan layar dalam jangka waktu yang lama, karena jarak dekat dari layar dan lamanya waktu yang dihabiskan untuk melihat layar tersebut. Menurut sebuah penelitian yang didanai NEI baru-baru ini, mata anak-anak menyerap lebih banyak sinar biru daripada orang dewasa dari layar perangkat digital.




Hampir semua sinar biru yang terlihat, melewati kornea dan lensa hingga mencapai retina. Sinar ini bisa mempengaruhi penglihatan dan bisa menyebabkan penuaan dini pada mata. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa terlalu banyak paparan sinar biru memiliki dampak buruk bagi mata dan penglihatan, diantaranya:
  • Digital Eye Strain : Sinar biru dari layar komputer dan perangkat digital, dapat menurunkan kontras yang mengarah ke lensa mata. Mata kering, pencahayaan yang buruk, atau posisi duduk di depan layar komputer bisa menyebabkan Digital Eye Strain. Gejala Digital Eye Strain diantaranya terasa sakit di sekitar mata atau iritasi dan serta penglihatan yang sulit untuk difokuskan.
  • Kerusakan retina: Beberapa studi terhadap sinar biru ini menunjukkan bahwa paparan terus menerus terhadap sinar biru dari waktu ke waktu, dapat menyebabkan sel retina menjadi rusak. Hal ini dapat menyebabkan masalah penglihatan seperti degenerasi makula.
Ada beberapa cara yang cukup efektif yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi dampak negatif paparan sinar biru dari penggunaan layar perangkat digital ini, diantaranya :
  • Kurangi jumlah waktu di depan layar perangkat digital: Cobalah untuk mengurangi jumlah waktu yang dihabiskan di depan layar perangkat digital ini dan / atau seringlah  beristirahat untuk memberi ketenangan pada mata Anda, yaitu dengan memejamkan mata atau mengalihkan pandangan ke objek yang berwarna hijau dalam waktu tertentu (mis: 15 menit sekali)
  • Gunakan layar filter tambahan pada layar perangkat digital yang digunakan: Sekarang ini layar filter tambahan untuk layar perangkat digital telah tersedia baik untuk ponsel cerdas, tablet, maupun layar komputer. Layar tambahan ini berfungsi untuk mengurangi jumlah cahaya biru yang dilepaskan dari perangkat yang bisa mencapai retina di mata kita.
  • Gunakan kacamata dengan lensa anti-radias sinar biru: Lensa anti-radiasi sinar biru ini mengurangi silau, menyesuaikan kontras dan juga menghalangi cahaya biru.
  • Lensa intraokular (IOL): Setelah operasi katarak, lensa mata yang seperti memiliki asap akan diganti dengan lensa intraokular (IOL). Lensa secara alami melindungi mata dari hampir semua sinar ultraviolet dan beberapa cahaya biru. Ada jenis IOL yang bisa melindungi mata dan retina dari cahaya biru.
Anda bisa berkonsultasi dengan dokter mata terdekat atau dengan berkunjung ke toko kami tentang pilihan tepat dalam melindungi keluarga dan mata Anda dari sinar biru.
Previous
Next Post »

Tuliskan komentar anda di bawah